Kamis, April 30, 2015

Bermanfaat atau Dimanfaatkan.

BERMANFAAT ATAU DIMANFAATKAN ?
Dengan kata dasar yang sama, yaitu "manfaat", namun kedua kata ini memiliki konotasi yang berbeda. Bermanfaat memiliki konotasi yang positif dan aktif, yaitu kita menjadi seseorang yang dengan suka rela memberi manfaat untuk orang lain. Lain hal nya dengan dimanfaatkan, yang memiliki konotasi negatif dan pasif, yaitu kita menjadi seseorang yang 'berguna' untuk orang lain, atau kasarnya 'diperalat' oleh orang lain.
Jika kau boleh memilih, menjadi manusia yang bermanfaat atau dimanfaatkan? tentu saja kau akan memilih bermanfaat, bukan? namun bagaimana karena kebaikan hatimu tersebut kau malah dimanfaatkan oleh orang lain? orang lain memanfaatkan kebaikan hatimu untuk kepentingannya sendiri? 
"Seberapa bermanfaatkah diriku sebagai seorang manusia? Berapa banyak orang kah yang telah merasakan manfaat dari kehadiranku? Apakah aku termasuk orang yang dibutuhkan dan selalu ditungu-tunggu kehadirannya? Atau malah sebaliknya, aku orang yang tidak diharapkan untuk hadir, dan tidak diharapkan bantuannya?"
Sungguh menyenangkan bila kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat, seseorang yang merasa dirinya bermanfaat akan merasa lebih hidup, karena ternyata kehidupannya dibutuhkan dunia ini.
Tetapi, lain halnya dengan menjadi orang yang dimanfaatkan. Sungguh menyedihkan. Ketika orang lain membutuhkan kita, barulah kita digunakan untuk melakukan sesuatu, demi kepentingannya sendiri dan bahkan merugikan kita. Memang, kita berguna bagi sesamanya, tapi tentu saja berbeda dengan menjadi orang yang bermanfaat. Orang yang bermanfaat digambarkan dengan peribahasa "gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang". Sedangkan orang yang dimanfaatkan digambarkan dengan peribahasa "habis manis, sepah dibuang". "DIBUANG!" sungguh sangat menyedihkan.
Terkadang kita merasa jengkel dan kesal ketika orang lain memanfaatkan kita. Perasaaan tersebut adalah luapan dari pikiran-pikiran negatif yang muncul karena kita belum menyadari bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.
"Kenapa orang itu selalu meminta bantuanku?" Pertanyaan yang selalu muncul ketika ada orang yang sering sekali meminta bantuan kepada kita. Hilangkanlah pikiran-pikiran negatif tersebut, karena sebenarnya secara tidak sadar ketika orang lain memanfaatkan kita, maka ketika itu pula kita menjadi manusia yang bermanfaat baginya. Rasa jengkel dan kesal itu justru akan membatasi manfaat kita sebagai manusia. Berbahagialah ketika kita bisa membantunya, bantu-membantu dalam kebaikan tentunya, karena itu menunjukkan bahwa kita bukan manusia biasa, kita dipercaya bahwa kita bisa membantunya dan memang dibutuhkan olehnya. Menjadi yang dibutuhkan tentunya lebih special dibanding menjadi yang membutuhkan. 
Untuk kata dimanfaatkan yang memiliki konotasi negatif, dan bermanfaat yang memiliki konotasi positif, itu kembali pada niat dalam diri masing-masing, untuk orang-orang yang sering sekali memanfaatkan orang lain, itu urusannya dengan Allah. Meskipun kita dimanfaatkan, itu bukan urusan kita, yang penting kita bisa memberi manfaat untuk orang lain, dan menjadi ladang pahala dari orang-orang yang memanfaatkan kita. Pahamilah bahwa manusia terbaik adalah manusia yang mampu memberi manfaat, dan jika ingin menjadi manusia terbaik, maka kita harus sering memberi manfaat bahkan dimanfaatkan, karena itu artinya kita berguna. Semakin banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, maka bersyukurlah, karena itu berarti kita sedang meniti langkah menuju manusia sebaik-baik manusia. Keep fastabiqul khairat yaaa, Insya Allah.

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.”

Semoga bermanfaat :)

Minggu, Mei 19, 2013

PENGERTIAN KEPERAWATAN


 Ada berbagai pendapat tentang keperawatan, antara lain :

Ø  Commite on Education American Nurses Association (ANA), 1965
Keperawatan merupakan profesi yang membantu dan memberikan pelayanan yang berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan individu. Keperawatan juga diartikan sebagai konsekuensi penting bagi individu yang menerima pelayanan, profesi ini memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh seseorang, keluarga atau kelompok di komunitas.

Ø  WHO Expert Commite on Nursing dalam Aditama, 2000
Mengatakan bahwa pelayanan keperawatan adalah gabungan dari ilmu  kesehatan dan seni melayani atau member asuhan (care), suatu gabungan humanistic dari ilmu pengetahuan, filosofi keperawatan, kegiatan klinik, komunikasi, dan ilmu social.

Ø  Grifith, 1987
Mengungkapkan bahwa pelayanan keperawatan memiliki lima tugas, yaitu:
1)      Melakukan kegiatan promosi kesehatan, termasuk kesehatan emosional dan social,
2)      Melakukan upaya pencegahan penyakit dan kecacatan,
3)      Menciprakan keadaan lingkungan, fisik, kognitif, dan emosional sedemikian rupa yang dapat membantu penyembuhan penyakit,
4)      Berupaya meminimalkan akibat buruk dari penyakit, serta
5)      Mengupayakan kegiatan rehabilitasi.

Ø  Reilly dan Oberman dalam Yahya, 2002
Mengatakan bahwa keperawatan merupakan suatu aktivitas intervensi untuk kesehatan individu saat berinteraksi dengan lingkungan mereka di semua tahapan kehidupan baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Keperawatan memiliki berbagai teori tindakan karena keperawatan mencari jawaban untuk reaksi klien yang berkaitan dengan kesehatan.

Ø  Lokakarya Nasional Keperawatan, tahun 1993
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional  yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan berbentuk bio-psiko-sosial-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat, baik sakit mamupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Dari lokakarya tersebut juga dijelaskan bahwa fungsi unik perawat adalah membantu seseorang, sakit maupun sehat dalam berbagai kegiatan yang mendukung kesehatan atau penyembuhan (atau meningggal dunia dengan tenang) yang seseorang dapat melakukannya tanpa bantuan apabila ia mempunyai kekuatan, kemauan atau pengetahuan. Pelayanan keperawatan merupakan bantuan, diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurang nya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan kehidupan sehari-hari secara mendiri.

Ø  Pokja Keperawatan, Kosorsium Ilmu Kesehatan, 1992
Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan kepada klien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan dengan menggunakan proses keperawatan. Asuhan keperawatan ditujukan untuk memandirikan dan atau mensejahterakan klien, diberikan sesuai dengan karakteristik ruang lingkup keperawatan, dikelola secara professional dalam konteks kebutuhan asuhan keperawatan.

Ø  Direktorat Pelayanan Keperawatan Direktorat Pelayanan Medik Departemen Kesehatan, 2001
Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikakn formal keperawatan serta mempunyai wewenang untuk melaksanakan peran dan fungsi nya. Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan didasarkan pada kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan berupa bantuan, diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan dan kurangnya kemauan menuju kemampuan melaksanankan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri.

Ø  International Council of Nurses (ICN), 2003
Keperawatan merupakan bagian integral dari system kesehatan yang meliputi promosi kesehatan, pencegahan penyakit, perawatan phisik bagi yang sakit, perawatan jiwa dan ketidakmampuan untuk semua usia, pada tatanan kesehatan dan komunitas. Dalam spectrum yang luas melakukan asuhan kesehatan, terutama adanya perhatian khusus pada keperawatan untuk individu, keluarga, dan kelompok, dengan melihat respon actual maupun potensial pada permasalahan kesehatan yang muncul (ANA, 1980). Respon manusia terjadi secara  bertingkat dari reaksi individu terhadap perbaikan kesehatan pada episode sakit sampai dengan pengembangan kebijakan tujuan jangka panjang dalam promosi kesehatan untuk masyarakat.
Perawat mempunyai fungsi yang unik dalam pemberian asuhan keperawatan pada individu, baik sakit maupun sehat, melakukan pengkajian terhadap respon mereka terhadap status kesehatan nya dan membantu mereka untuk dapat menampilkan kontribusi aktivitas kemandirian untuk memperbaiki kesehatan atau menghargai dan menghadapi kematian dengan tenang, kuat, mempunyai pengetahuan yang cukup untuk melakukan sesuatu agar dapat memberikan bantuan dalam kemandirian (ICN, 1987).

Dari pengertian-pengertian tersebut diatas pada prinsipnya hampir sama dan saling melengkapi.

Sumber :
Sumijatun, S.Kp, MARS (2010), Konsep Dasar Menuju Keperawatan Profesional, Trans Info Media, Jakarta

Selasa, Mei 14, 2013

DEFINISI PERAWAT

Sebelum masuk dalam dunia keperawatan kita terlebih dahulu harus tau arti dari perawat itu sendiri. Perawat merupakan salah satu tenaga medis yang paling banyak berinteraksi dengan pasien secara langsung ataupun secara tidak langsung, hingga saat ini masih banyak pasien atau bahkan keluarga pasien yang mengesampingkan atau bahkan memandang rendah profesi perawat ini. Padahal sebagai profesi yang paling banyak berhubungan dengan pasien, perawat memegang kunci penting dalam memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan pasien kepada dokter untuk diambil langkah penanganan yang lebih lanjut. 


Berkut ini adalah beberapa pengertian dan definisi perawat menurut para ahli :
UU RI No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan 
Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan.  

KEPMENKES RI NO 1239/MENKES/SK/XI/2001 tentang Registrasi dan Praktik Keperawatan
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SK MENPAN NO 94/MENPAN/1986
Perawat adalah Pegawai Negeri Sipil yang berijazah perawatan yang diberi tugas secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada unit pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dan unit pelayanan kesehatan lainnya).

ICN (International Council of Nursing) tahun 1965
Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang memenuhi syarat serta berwenang di negeri bersangkutan untuk memberikan pelayanan keperawatan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit dan pelayanan penderita sakit.

FLORENCE NIGHTINGALE
Perawat adalah orang yang menjaga pasien mempertahankan kondisi terbaiknya terhadap masalah kesehatan yang menimpa dirinya.

ELIS & HARTLEY (1980)
Perawat adalah orang yang mengasuh, merawat dan melindungi, yang merawat orang sakit, luka, dan usia lanjut.
   
GEORGE PICKETT & JOHN J. HANLON
Perawat merupakan profesional dan teknisi tingkat tinggi yang memberikan perawatan intensif bagi pasien yang sakit parah.
 
Ns. ASMADI
Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering dan paling lama berinteraksi dengan klien. Sehingga perawat adalah pihak yang paling mengetahui perkembangan kondisi kesehatan klien secara menyeluruh dan bertanggung jawab atas klien.
Perawat merupakan penolong utama klien dalam melaksanakan aktivitas penting guna memelihara dan memulihkan kesehatan klien atau mencapai kematian yang damai.
 
ROBERT PRIHARJO
Perawat merupakan salah satu tenaga tim kesehatan yang mem[unyai waktu yang paling lama dapat mengadakan kontak dengan pasien.
 
ACHIR YANI S. HAMID
Perawat merupakan orang pertama dan secara konsisten selama 24 jam sehari menjalin kontak dengan pasien, perawat sangat berperan dalam membantu memenuhi kebutuhan spiritual pasien.