Jumat, September 23, 2016

Tidak Rekat

aku pingsan yang beruntung sadar,

aku mati yang beruntung hidup,

aku kosong yang beruntung terisi,

percayalah, aku tak percaya keberuntungan.

ini menyakitkan.

aku luka, tanpa tau sebabnya.

ah tetaplah begitu, tetaplah jauh.

agar aku tau sakitnya diabaikan.

agar aku tau pedihnya terasingkan.

sebab yang dekat tak selalu rekat, bukan?

andai kau sedikit memahami, ada banyak hal yang aku katakan ketika diam.

ah yasudahlah...

Selamat Malam

kamu pun tahu, yang semula tidak saling ingin tahu, seketika menyatu.

seperti sepatu, aku tidak ingin yang lain meninggalkan yang satu.


sempatkanlah untuk memimpikanku ketika kamu tidur, selayaknya aku yang selalu memohon untuk bertemu denganmu dalam mimpi.


suatu saat akan tersampaikan, meski aku tak menyampaikan.


kamu akan mengetahuinya langsung, dari hujan yang turun dengan sangat sedihnya.


aku menyayangi segalamu, aamiin..


selamat malam, selamat tidur..



dipeluk sepi, ditemani sunyi.
memikirkanmu lagi, lagi, dan lagi.

Sabtu, September 17, 2016

TERA ERRAU

Selalu ada satu orang khusus yang akan mendengarmu, 
Dengan siapa kamu dapat bicara tentang hampir segalanya, 
Menjadi orang yang memahamimu ketika engkau butuh. 
Dia adalah yang datang kepadamu, bukan untuk bicara soal cinta, 
Tapi, untuk menghadirkan dirinya yang pandai membuat dirimu senang, membuat dirimu tenang. 
Dia mendengar perasaanmu, bahkan tanpa perlu kau ungkap melalui kata-kata. 
Ketika dia membuat dirimu tenang, kau mengerti untuk apa dia bersamamu, 
Dia adalah orangnya, yang akan merisaukan dirimu ketika jauh, dihari yang hujan, dan penuh petir, 
Kemudian dengannya kamu tersenyum, kamu ketawa, bahwa pada orang yang kau cintai tak akan pernah peduli dengan apapun yang kau takutkan. 
Berkata dia : “Jika aku mencintaimu sebagai benar-benar mencintaimu, sesibuk apapun diriku, selalu akan berusaha meluangkan  waktu untuk mu” 
Pelajaran, mendapat hikmah, kasih sayang datang darinya, dan engkau tidak usah mencarinya, karena dia selalu ada waktu untuk bersama dengan dirimu. 
Pikirkan atas kasih sayang yang dia berikan padamu, menjadi dasar diatas semua sikap dan perilakunya kepadamu, bahkan jika dia harus mengatakan “Aku mencintaimu” kamu merasa tidak perlu lagi untuk memeriksa kesungguhannya. 
Kamu hanya memiliki keyakinanmu sendiri, bahwa kamu mencintainya, dan itu serius. 
Adakalanya kamu marah kepadanya, tapi dia berkata, “Aku mencintaimu, biarlah ini urusan ku, bagaimana kamu kepada ku, terserah, itu urusanmu. 
Engkau tersenyum, dan ketika tidur, engkau teringat apa yang dikatakan nya, 
“Jika aku sudah sayang tidak akan pernah berakhir. Bahkan ketika kamu ingin berhenti.” 
Maka itulah yang akan kamu rasakan bersama dengan nya, jika benar dia ada, mengatakannya dalam gelombang logika dan perasaan. 
Asmara itu menggelora, dan kamu ingin bersamanya karena kamu tau dengan siapa kamu bisa tenang. 
Selalu ada satu orang khusus yang akan bersamamu, bakan jika cemburu, kau senyum, karena bukan api yang menghanguskan. 
Berterimakasihlah pada dirimu sendiri, sudah bisa membuat dia menyayangi dirimu, dan katakan lah, “Yang melibatkan diriku... Engkaulah ahlinya...”

Sajak karya Ayah Pidi Baiq, 
berhasil membuat tetesan dari mataku.

Rabu, September 14, 2016

Tuhan, ijinkan dia menangis

Lihatlah dia terdiam menatap langit yang sepi tanpa hiasan.

Tak sadar matanya meneteskan air mata.
Menetes, menetes, dan terus menetes,

Sesekali dia usapkan tangannya pada matanya yang merah.

Bibirnya bergetar menahan jerit.

Entah apa yang telah terjadi pada dirinya, dia tak seperti biasanya.
Yang mereka kenal adalah dia yang ceria. dia yang penuh canda tawa dalam hari-harinya.

Sssssttttt... hei dengar!
Lirih pelan suaranya terlantun,

"Yaaaa Tuhan, apa yang harus aku lakukan? aku lelah, yang harusnya aku kuat. Tapi yaaa Tuhan, ijinkan aku menangis, biarkanlah aku melepaskan beban di hati ini. Maafkan aku, aku tak setegar Siti Maryam, maafkan aku yang tak seikhlas Ismail. Maafkan aku, aku meanangis. Biar, biar saja tetesan airmataku ini menjadi teman penghibur dimalam yang sunyi ini. Peluk aku yaa Tuhan.."

kasihan yaa dia?

Ter-random

ah lagi-lagi kamu tak paham isyarat.
ah lagi-lagi hati ini carut-marut.

duh aku tak ingin terlihat cemberut.
duh mengapa perasaan ini malah semakin larut?

bagaimana cara menyudahi ini?
tersiksa aku oleh persepsi akal, 
tenggelam aku dalam resah rasa.

aku tidak pernah mencintai sebenci ini.
aku hanya ingin pulih, dari kesedihan yang aku pilih.


Permainan Menunggu

Sudah begitu lama rasanya, seseorang di dalam aku masih saja mengumpat.
Dia pernah jatuh, tanpa mampu untuk bangun, dia rapuh.

Sudah begitu lama rasanya, dan semua terasa sangat terlambat.
Bagaimana harus merasakan, bila perasaan pun belum dikembalikan.

Sudah begitu lama rasanya, aku masih saja berduka di masaku yang padahal singkat.
Dan dengan cara yang entah, perlahan kamu memberiku arah.

Sudah begitu lama rasanya. sejak kesedihan kujadikan sebagai sahabat.
Kamu, aku sedang tersenyum dalam permainan menunggu.