Sampai suatu saat kau akan lelah oleh keinginanmu sendiri, semoga kau mengerti, yang mengerti kamu, hanyalah aku.
Aku seperti gelas air yang telah disiapkan, tetapi kau memilih haus.
Dalam segala lelah yang membuatku cemas. Untukku, kau tetaplah sehela nafas, yang tak pernah ingin ku lepas.
Jangan pernah merasa tidak berarti. Diluar sana, selalu ada yang tulus memejamkan mata, berdoa, lalu menyebut namamu. Yaitu aku.
Seburuk apapun kau dihadapan dunia, kau tetaplah duniaku. Karena takkan mungkin aku bisa menghindar, dari apa yang telah Tuhan tetapkan.
Teruslah berbohong, bohonglah sampai kau bosan berbohong, dan tunggu saat-saat itu tiba, yaitu ketika kau mulai rindu berkata jujur.
Bila kau tersadar dan mulai mencari aku, ingat-ingatlah apa yang kau lupakan. Karena kau akan selalu ada, pada hal-hal yang terlupakan.
Ya. Terimakasih Tuhan atas imajinasinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar